Memutuskan untuk meninggalkan pasangan bukanlah hal yang mudah. Perlu banyak persiapan yang harus dilakukan. Sebelum keluar rumah, pikirkanlah:
▪ Bagaimana dan kapan ibu bisa pergi dengan aman? Kemana?

▪ Bagaimana caranya menyisihkan uang belanja agar ibu memiliki tabungan yang dapat ibu gunakan untuk biaya transportasi, dll?

▪ Apakah ibu merasa lebih nyaman jika menelpon polisi, tokoh masyarakat, atau keluarga yang dituakan dan meminta bantuan mereka?

▪ Siapa yang bisa ibu percayai mengenai rancana ini?

▪ Bagaimana caranya supaya ibu bisa bepergian dengan aman dari dan ke tempat kerja atau sekolah anak?

▪ Organisasi masyarakat atau lembaga hukum apa yang bisa membuat ibu merasa nyaman? Tulis alamat dan nomor teleponnya, bawa selalu data ini kepanpun dan dimanapun ibu berada.

▪ Apakah ibu tahu nomor telepon rumah aman (rumah tempat mengungsi sementara)?

Jika sampai harus pergi ke rumah kerabat atau rumah aman, bawalah:
▪ Surat-surat penting dan berharga seperti KTP/SIM, akte kelahiran, buku nikah, surat-surat kendaraan, asuransi,bukti jual-beli/utang-piutang, ijazah/raport, buku catatan medis, paspor, dan dokumen penting lainnya (misalnya dokumen perceraian atau surat perintah pengadilan)

▪ Buku tabungan, ATM, atau kartu kredit

▪ Uang

▪ Kunci cadangan

▪ Obat-obatan atau resep jika ada

▪ Nomor telepon dan alamat keluarga, teman, dokter, pegacara, dll

▪ Pakaian dan benda-benda yang meiliki nilai penting bagi ibu dan anak, misalnya selimut atau mainan kesayangan anak.

Bagaimana Melindungi Diri Ketika Sudah Tidak Lagi Bersama Pelaku
▪ Cari informasi dimana ibu dapat meminta bantuan: hapalkan nomor telepon yang bisa ibu hubungi dalam keadaan darurat

▪ Letakan telepon atau Handphone (jika memiliki) dalam ruangan dimana ibu bisa menguncinya dari dalam

▪ Jika pelaku sudah tidak tinggal bersama ibu lagi, segera ganti kunci pagar, pintu, dan jendela

▪ Pasang atau perbaiki sistem pengamanan rumah (teralis, lampu, slot pintu, dll)

▪ Buatlah rencana untuk menyelamatkan diri dan ajarkan kepada anak-anak

▪ Pikirkan kemana ibu harus pergi jika sampai harus melarikan diri

▪ Minta tetangga menelepon polisi jika mereka melihat pelaku di rumah ibu; buat kode rahasia yang hanya dikatuhi oleh ibu dan tetangga agar mereka dapat menghubungi polisi jika ibu memerlukannya, misalnya menutup dan membuka tirai dua kali berturut-turut atau menyalakan dan mematikan lampu teras berulang-ulang

▪ Siapkan tas yang berisi benda penting dan dibutuhkan (uang, pakaian, barang berharga, kunci cadangan, KTP, akte kelahiran, ijazah, buku raport, kartu sehat, obat-obatan, mainan anak atau foto). Simpan di tempat yang aman atau titipkan kepada teman atau kerabat yang ibu percaya

Bagaimana Membuat Anak Lebih Aman
▪ Beritahu pihak sekolah siapa-siapa aja yang boleh menemui dan menjemput abak. Jika perlu buat kata sandi yang hanya diketahui oleh pengasuh dan pihak sekolah sehingga mereka yakin bahwa yang menelepon itu ibu atau utusan ibu. Berikan foto pelaku kepada pengasuh dan pihak sekolah.

▪ Pastikan bahwa anak tahu bagaimana cara memberitahu guru jika ia melihat pelaku di lingkungan sekolah

▪ Pastikan bahwa pihak sekolah tidak akan memberikan alamat atau telepon rumah ibu kepada siapapun

Bagaimana Melindungi Diri di Luar Rumah
▪ Ubah kebiasaan ibu. Jauhi tempat-tempat yang biasa ibu kunjungi ketika bersama dengan pelaku. Pilihlah pasar, bank dan toko yang berbeda

▪ Usahakan ibu selalu ditemani dengan orang yang berbeda

▪ Buka rekening tabungan baru atas nama ibu dan tutup semua rekening atas nama bersama

▪ Bawalah selalu nomor telepon darurat dan jika ada, bawa pula fotokopi surat keputusan pengadilan

Bagaimana Membuat Diri Lebih Aman di tempat Kerja
▪ Ceritakan permasalahan yang ibu alami kepada orang yang ibu percaya di tempat kerja

▪ Jika ada, simpan fotokopi surat keputusan dari pengadilan di tempat kerja

▪ Tunjukan dan berikan foto pelaku kepada satpam atau teman kerja ibu

▪ Jika memungkinkan, mintalah bantuan dari teman kerja atau atasa ibu sehingga pelaku sulit menghubungi atau menemui ibu di kantor

▪ Jangan pergi makan siang sendirian

▪ Jangan pergi atau pulang malam sendirian. Jika terpaksa, minta satpam untuk menemani sampai ibu mendapatkan kendaraan.

Tim penulis:
Anita Kristiana, Dian Marina, Elca Hidayat, Ester Lianawati, Nandika Ajeng Gumarawati, Nirmala Ika, Mario Manahutu, Wakhit Hasyim, Vitria Lazzarini, Chrysant Karmadi