Layanan Psikologi

Konsultasi psikologis

Layanan Psikologis dimaksudkan untuk memberikan pelayanan psikologis bagi semua orang yang membutuhkan, terutama bagi yang mengalami dampak psikologis akibat peristiwa kekerasan, konflik, bencana alam, dan pengalaman traumatis lainnya. Termasuk juga konsultasi untuk masalah-masalah psikologis yang dialami oleh jurnalis media cetak dan elektronik, pekerja kemanusiaan, pendamping penyintas, dan pejuang HAM sebagai konsekuensi dari pekerjaannya. Oleh karena itu, layanan psikologis di Yayasan Pulih sangat terbuka dalam menerima klien dari berbagai macam latar belakang; laki-laki, perempuan, anak-anak, remaja, dewasa, secara individual, keluarga, maupun kelompok.

Namun hingga saat ini Layanan Psikologi Pulih belum melayani kasus ketergantungan obat, gangguan penyakit kronis, gangguan kejiwaan berat, anak dengan kebutuhan khusus.

Rujukan

Selain menerima klien datang langsung, Yayasan Pulih juga menerima rujukan dari Institusi atau lembaga lain yang membutuhkan Layanan Psikologis Pulih.

Pemeriksaan Psikologis

Berdasarkan rujukan atau permohonan dari lembaga jaringan, Yayasan PULIH dapat melakukan Pemeriksaan Psikologis untuk kasus-kasus yang sedang diproses secara hukum. Hasil Pemeriksaan Psikologis berupa Surat Keterangan diberikan kepada lembaga perujuk.

Untuk memperoleh informasi lebih lanjut tentang layanan-layanan diatas, silakan menghubungi: 021-78842580 atau via Whatsapp 08118436633 (pada jam kerja dan hari kerja)

15 JanPeran Tenaga Kesehatan dalam Pencegahan dan Penanganan Kekerasan Berbasis Gender


Choi Eun Suk merupakan seorang perempuan pasien kanker hati yang mengalami masalah saluran empedu parah. Ketika menjalani pemeriksaan, Lee Ik Jun,…

Read More

13 JanTinggal Serumah Tapi Kok Perang Dingin Terus?


Disclaimer: Tulisan ini dibuat sebagai bagian dari kampanye yang didukung oleh “Investing in Women (IW), sebuah inisiatif dari Pemerintah Australia. Semua yang…

Read More

12 JanDampak Pandemi terhadap Layanan Kesehatan Seksual Reproduksi dan Kekerasan Berbasis Gender


Sejak diumumkannya kasus pertama COVID-19 di Indonesia pada 2 Maret 2020 dan ditetapkannya COVID-19 sebagai bencana nasional, pemerintah menghimbau penyedia layanan kesehatan…

Read More

23 DesMengapa Setiap Anggota Keluarga Perlu Berlatih Mengaplikasikan Komunikasi Asertif?


Disclaimer: Tulisan ini dibuat sebagai bagian dari kampanye yang didukung oleh “Investing in Women (IW), sebuah inisiatif dari Pemerintah Australia. Semua yang…

Read More

21 DesFleksibilitas Peran Gender: Membantu Anak Tumbuh Bahagia


Disclaimer: Tulisan ini dibuat sebagai bagian dari kampanye yang didukung oleh “Investing in Women” (IW), sebuah inisiatif dari Pemerintah Australia. Semua…

Read More

24 NovKiat Menghadapi Stigma dan Diskriminasi Gender di Tempat Kerja


 Disclaimer: Tulisan ini dibuat sebagai bagian dari kampanye yang didukung oleh “Investing in Women” (IW), sebuah inisiatif dari Pemerintah Australia. Semua…

Read More

22 NovMenjadi Bystander dalam Peristiwa Pelecehan Seksual: Apa yang Harus Dilakukan?


Halo, Sahabat Pulih! Pada artikel sebelumnya, kita sudah membahas mengenai bystander effect, fenomena dimana fenomena semakin banyak orang yang berada di…

Read More

16 NovMengenal Fenomena Bystander Effect dalam Peristiwa Kekerasan Seksual


Pada Selasa, 19 Oktober 2021, terjadi perkosaan seorang perempuan di komuter jurusan Market-Frankford Line, di Philadelphia, Amerika Serikat. Ironisnya, menurut otoritas…

Read More

27 OktPerlunya Mengetahui Wawasan Peran Gender bagi Kamu yang Single


Disclaimer: Tulisan ini dibuat sebagai bagian dari kampanye yang didukung oleh “Investing in Women” (IW), sebuah inisiatif dari Pemerintah Australia. Semua…

Read More

25 OktMengenali Diri Sendiri dengan Journaling


Sahabat Pulih, apakah kamu suka mencurahkan isi hati dengan menulis buku diari, mengetik di komputer, atau bahkan membagikan ceritamu dalam bentuk…

Read More
Translate »