Program Survivor of Torture

Di Indonesia, kekerasan struktural telah dialami masyarakat selama berpuluh-puluh tahun secara masif, sistematis, dan terstruktur. Penculikan, penangkapan orang tanpa proses peradilan, penggusuran warga dan pemaksaan kehendak oleh pihak-pihak tertentu menjadi teror bagi masyarakat luas. Dampak yang dirasakan penyintas tidak hanya bersumber dari kekerasan yang dialami, namun juga akumulasi dari masalah sehari-hari serta diskriminasi yang diterima sebagai akibat tidak langsung dari kekerasan. Proses advokasi yang panjang ditambah dengan masalah sehari-hari, seperti masalah finansial, masalah pribadi, masalah dengan keluarga, hingga masalah dengan masyarakat sekitar.

Pada penyintas, diskriminasi dan sanksi sosial seringkali tidak hanya berpengaruh pada diri mereka sendiri, tetapi juga pada keluarga dan anak-cucu mereka. Misalnya saja, mereka dipenjara dan disiksa selama berpuluh-puluh tahun, keluarga mereka tidak boleh sekolah dan tidak diterima bekerja dengan alasan memiliki kerabat PKI atau eks tahanan politik. Akibatnya mereka juga tidak mendapat penghidupan yang layak selama beberapa generasi. Masalah-masalah tersebut dirasakan sangat berat dan intens bagi penyintas dan keluarganya.

Pulih sebagai Pusat Penguatan Psikososial terhadap Penyintas Trauma Kekerasan dan Bencana memiliki kepedulian untuk membantu penyintas dalam konteks pemulihan psikososial. Untuk itu, Pulih mengembangkan rangkaian program bagi penyintas maupun pendamping kekerasan struktural.

Pada tahun 2003, Pulih melakukan support group beberapa kali terhadap penyintas kekerasan struktural. Kegiatan dilakukan selama 6 bulan, bekerja sama dengan lembaga ICMC. Selain itu, Pulih juga menyusun buku ”Pemulihan Psikososial Berbasis Komunitas” bersama-sama dengan LSM KontraS. Tahun 2007-2009, Pulih mulai menyusun model pemulihan bagi penyintas dengan cara melakukan FGD (focus group discussion) dan wawancara terhadap narasumber yang pernah bekerja sama dengan penyintas pasca konflik.

Di tahun 2009, Pulih melakukan 2 rangkaian pelatihan serta monitoring dan evaluasi mengenai pemulihan psikososial dan dasar-dasar konseling, beberapa kali support group bagi penyintas dan pendamping kemanusiaan, menulis booklet mengenai pemulihan SOT, menyusun modul pelatihan psikososial bagi pekerja kemanusiaan, serta menyusun model pemulihan psikologis bagi penyintas dan pendamping.

Layanan dalam Program Survivor of Torture yang dapat diakses di Yayasan PULIH antara lain:

  • Konseling individual bagi penyintas maupun pendamping dalam isu Pelanggaran HAM Berat.
  • Konseling kelompok bagi penyintas maupun pendamping.
  • Pelatihan mengenai penguatan psikososial bagi penyintas Pelanggaran HAM Berat.
  • Pelatihan mengenai dasar-dasar percakapan pemberian bantuan, untuk memperluas sistem dukungan antar penyintas maupun antar pendamping.
  • Leaflet, booklet maupun modul mengenai pemulihan psikososial.
Dampak Pandemi COVID-19 Bagi Perempuan
1 April 2020

Dampak dari pandemi virus COVID-19 Corona, memberikan pengaruh yang berbeda antara laki-laki dan perempuan. Pandemi yang telah mendunia membuat ketidakadilan yang…

Read More
Pandemi COVID-19 dan Imbasnya Bagi Perempuan: Apa yang Dapat Kita Lakukan?
31 Maret 2020

Dalam menangani pasien positif COVID-19, para petugas kesehatan menjadi garda terdepan. Berdasarkan data diambil dari United Nations Population Fund (UNFPA), perempuan…

Read More
Bagaimana Mengurangi Stres Ketika Bekerja dari Rumah?
31 Maret 2020

Wabah virus Covid 19 yang semakin meluas membuat kita terpaksa harus melakukan social distancing dan self-isolation. Melakukan social distancing bisa saja…

Read More
Pentingnya Self-care Bagi Petugas Kesehatan
30 Maret 2020

Kesehatan mental dan ketahanan emosi para petugas kesehatan ada komponen kunci dan penting agar pelayanan kesehatan bisa tetap berjalan dengan baik…

Read More
Bagaimana Menjaga Hubungan Tetap Sehat Selama Self-isolation
27 Maret 2020

Self-isolation dan work from home (WFH)  yang saat ini sedang dilakukan karena penyebaran virus Covid 19 yang semakin meluas membuat psikolog…

Read More
Tips Untuk Orang Tua Yang Bekerja Dari Rumah dan Memiliki Anak
27 Maret 2020

Ketika pandemik virus Corona Covid-19 semakin meluas, sebagian perusahaan melaksanakan rekomendasi dari pemerintah dengan membuat kebijakan pegawainya bekerja dari rumah. Meski…

Read More
Bagaimana Agar Tidak Panic Buying
19 Maret 2020

 Beberapa minggu terakhir ini, kekhawatiran akan penularan Covid-19 terus meningkat seiring dengan semakin banyak orang yang terinfeksi. Kondisi ini menyebabkan banyak…

Read More
Toxic Masculinity
27 Februari 2020

Pernahkah kamu mendengar kata maskulin dan feminin? Pasti sering lah ya, dan tentunya biasa digunakan untuk menggambarkan sifat seseorang dalam berperilaku,…

Read More
Pentingnya Informed Consent dalam Konseling ataupun Psikoterapi
18 Februari 2020

Ketika melakukan konseling, tidak jarang kita merasa cemas karena memang belum pernah melakukan konseling sebelumnya Hal ini tentunya sangat wajar, terutama…

Read More
Ghosting dan Cara Menyikapinya
17 Februari 2020

Ghosting merupakan sebuah situasi ketika seseorang memutuskan hubungan dengan menghentikan seluruh komunikasi secara tiba-tiba dan tanpa penjelasan. Dia, orang yang selama…

Read More
Translate »